Thursday, May 25, 2017

Review Lagu Sign of the Times : Harry Styles

Bloggers, setelah Zayn Malk mengeluarkan singlenya "Pillow Talk", kemudian Louis Tomlison berduet dengan DJ terkenal Steve Aoki hadir dengan "Just Hold On", Liam Payne dengan single "Strip That Down", kini Harry Style, personil 1D paling fashionable ini menggemparkan dunia musik dengan singlenya "Sign of The Times".

Saya sendiri mengapresiasi tema Harry pada single pertamanya. Saya pikir dia telah berusaha keras bagaimana debut solonya diterima baik oleh penikmat musik. Teman-teman Harry yang sudah menjadi penyanyi juga memilih genre berbeda, seperti Zayn mengalir dengan musik R&B, R&B alternatif, dan juga pop. Louis Tomlison tampil dengan genre dance electro. Mereka diterima oleh pecinta musik. Lagunya disukai. Itu menjadi tantangan bagi Harry Styles. Berikut review saya untuk lagu Sign of the Times-nya yaitu: 

Simponi Intreverso (CR)

 

Musik: 
Transisi dari seorang penyanyi grup ke solois membutuhkan usaha tidak sedikit. Musik yang diusung oleh seorang penyanyi solo khususnya dalam single pertama adalah pembuktian jati dirinya sebagai seorang penyanyi. Begitu pula Harry Styles, personel 1D ini hadir dengan genre rock klasik ala tahun 50-an. Siapa yang menyangka Harry akan mengeluarkan lagu pertamanya dengan mengusung genre rock. Penyanyi kelahiran 1 Febuari 1994 ini benar-benar keluar dari genre pop yang selama ini diusung oleh Direction. 

Sebenarnya lagu Sign of the Times ini memiliki sedikit kecil unsur pop yaitu pop rock dan secara keseluruhan yaitu soft rock karena ada unsur balada pianonya.Musik awal lagu ini dimulai dengan iringan piano yang mengisyaratkan bahwa genrenya tidaklah murni rock. Harry mencoba untuk membangun konsep rock modern karena terbukti dengan ditambahkan head voice atau semacam falseto mungkin pada lirik "we never learn, we been here before...., the bullet.. the bullet". Siapapun yang menjadi produser lagu ini harus diacungi jempol. Dia mampu menciptakan Harry Styles era 50-an yang kekinian. Mungkin seperti itu bahasanya. Banyak yang menyamakan Harry Styles dengan gaya bermusik David Bowie bahkan Queen. Yah, mungkin saja merupakan influencer bagi Harry.
Sejujurnya, mendengar lagu Harry ini saya seakan berada kembali pada masa remaja di tahun 2000-an yang masih kental dengan unsur rock yaitu pop rock, slow rock, dan alternative rock. Masih terdengar dimana-mana lagu-lagunya My Chemical Romance, Avenged Sevenfold, Coldplay, Fall Out Boy, Green Day, dan banyak lainnya.

Dan,,,, terima kasih Harry Styles yang masih mau berjuang bersama Coldplay, Imagine Dragons, One Republic, juga Linkin Park untuk tetap menghidup musik rock di blantika musik dunia. Jika ada yang ingin menambahkan band rock favoritnya yang masih terkenal silahkan komentar.


Lirik:
Saat diwawancari oleh Rolling Stones  Harry mengungkapkan bahwa banyak hal menyakitkannya, bukan politik melainkan sesuatu yang sifatnya fundamental(berarti ada kaitannya dengan prinsip hidup). Dia mengatakan kepada semua orang dari berbagai suku, jenis kelamin dan sebagainya bahwa lagu Sign of the Times memberi arti bahwa ini bukanlah pertama kali kita berada dalam masa sulit dan masa ini tidak akan menjadi saat-saat terakhir. Harry memberikan makna yang dalam pada lagu ini dengan mengilustrasikan kisah perjuangan hidup dalam lagu Sign of the times layaknya seorang perempuan yang akan melahirkan dan mengalami komplikasi. Itu berarti adalah masa sulit dalam hidupnya. Tapi perempuan tersebut berkata pada bayinya bahwa lakukan dan taklukanlah itu.

Dari saya sendiri, jika kita melihat liriknya maka secara eksplisit lagu ini menggambarkan sebuah ajakan kepada seseorang untuk keluar dari cara hidup yang salah. Kesulitan (the bullets) terus menimpa seseorang bukan karena mengulangi peristiwa yang sama, tetapi kemungkinan seseorang dalam lagu ini sudah tahu apabila berada di tempat yang sama maka kesulitan akan terus menimpa. Untuk menghentikan hal itu, harus ada tindakan nyata yaitu pergi meninggalkan tempat tersebut.

Bait Pertama Sign of times dapat ditafsirkan seperti saat-saat terakhir untuk pergi dari tempat yang sedang ditempati, tetapi kemungkinan orang yang akan meninggalkan tempat tersebut belum sepenuhnya rela, karenanya Harry menggunakan kalimat Just stop your crying, it's a sign of the times, welcome to the final show, hope you're wearing your best clothes. Tetapi karena masih terlena dengan keadaan, Harry kemudian melanjutkan dengan memberi peringatan bahwa you look pretty good down here (kamu kelihatan baik berada di sini), but you ain't really good (tapi sebenarnya kau tak baik).

Bait Kedua berisi lirik untuk meyakinkan orang tersebut bahwa dia masih memiliki waktu untuk pergi. Bahkan Harry menambahkan kalimat yang hiperbolis tapi memiliki arti yang tegas. Breaking through the atmosphere..... Sepenggal lirik ini kemungkinan dimaksudkan bagi kita semua untuk membuka mata bahwa pergilah dan lihatlah dunia yang luas ini. Menembus atmosfer sama saja dengan berada di ketinggian dan melihat luasnya dunia. Begitulah seharusnya cara berpikir dalam hidup di dunia yang luas ini. Jika kita bisa keluar dari cara hidup yang salah, Harry memberikan pengertian segala sesuatu akan lebih baik dalam lirik ...remember everything will be alright. Caranya bagaimana?? Pergi dan keluar dari tempat yang kau tempati sekarang, di suatu tempat yang jauh dari tempat yang sekarang ditempati.

Penegasan terakhir dari ajakan tersebut berada pada akhir lagu. Dentuman drum yang semakin cepat dan sengaja mendominasi dengan suara Harry seakan berteriak we gotta get away (kita harus pergi) secara berulang kali sampai mencapai klimaks lagu dibagian akhir. 


Pengamatan Author: 
Anyway, Harry juga termasuk salah satu yang menjadi penulis lagu ini. Ini berarti ada beberapa lirik yang sepertinya menyatakan perasaan Harry sebagai penyanyinya. Mengapa?? Jika didengar, bukan hanya musiknya yang bagus dan mengalir lembut merasuki perasaan penikmat musik, tapi cara Harry bernyanyi sungguh menjiwai.  
 

Secara keseluruhan, lagu ini memiliki musik yang indah dengan suara Harry yang bagus. Kemungkinan makna lain dibalik lagu ini adalah keinginan Harry untuk bersolo karir. Sekali lagi kemungkinan. Mungkin Harry sudah terlalu lelah untuk menyatu bersama dengan 1D dengan genre yang sama tapi ternyata selera bermusik atau naluri musiknya berada pada genre lain. Mungkin lebih baik pergi daripada terus berada dan mengalami kesulitan. Ini adalah hal yang fundamental. 


-----fulstop-----

Baca Juga

3 comments:

  1. Kayak ngajak Untuk Keluar dari zona nyaman bukan Min ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuupp.. keluar dari zona nyaman untuk melihat dunia yg lebih luas.

      Delete

...