Sunday, March 4, 2018

Review Film Red Sparrow


RED SPARROW
Jennifer Lawrence as Dominika
Joel Edgerton as Nate Nash
Matthias Schoenaerts as Vanya Egorov



DIRECTOR: FRANCHIS LAWRENCE
"Based on a bestselling novel by former CIA operative Jason Matthews" 



Tidak bisa dipungkiri bahwa selama 140 menit atau 2 jam 20 menit, retina mata saya menangkap begitu banyak cahaya yang dikirimkan ke syaraf mata dan ke pusat otak untuk menelaah film bergenre Mysteri (Spy) dan Thriller yang cukup berat ini. Kekuatan lensa mata yang dibantu dengan lensa tambahan ini terus meneruskan cahaya secepat mungkin ke pupil untuk disampaikan ke retina. Tak heran, setelah menonton film Red Sparrow, mata saya lelah dan otak saya juga lelah. 

Apakah saya suka dengan film ini? 

Saat menonton video promosi atau trailer dari film Red Sparrow, saya memiliki ekspektasi yang jauh berbeda dari keseluruhan film. Patut diakui bahwa video promosinya terbungkus dengan sangat manis dan indah sehingga tidak mudah ditebak jalan cerita atau inti cerita film. Indah melihat balutan gaun merah ditubuh pemeran utamanya. Namanya juga iklan film. Ketika selesai menonton trailernya, saya beranggapan bahwa setiap aksi pembunuhan atau insiden berhubungan dengan warna merah. Ternyata saya salah besar. Pelajaran yang dipetik setelah menonton film ini adalah apa yang dilihat indah di awal, belum tentu mencerminkan seisi filmnya

Red Sparrow adalah film yang brutal, liar, memacu adrenalin, merangsang rasa penasaran yang tinggi, dan membuat lidah terpaku selama menontonnya. Film ini disadur dari salah satu novel terlaris yang secara nyata menceritakan kehidupan agen rahasia Rusia dan Amerika.  Jangan berharap efek CGI, pencahayaan yang tajam dengan kilauan sinar dimana-mana, serta aksi-aksi pamungkas seperti balapan mobil, adegan berkelahi pukul-memukul yang membuat ngos-ngosan, ataupun kenaifan para polisi saling mengejar di jalan raya yang berujung kegagalan. Nothing! Bukan seperti Charlie Angel. Ini adalah film yang sangat amat serius dari film Spy (2015), lebih serius dari Salt dan Attomic Blonde.  Bahkan dialog sarkas yang lucupun tidak membuat nyengir seisi studio. Sobat, ini film serius. Semua orang yang menontonnya sedang mencoba menghubungkan setiap dialog, aksi, dan tujuan film. 

Inti cerita film Red Sparrow adalah mengenai pencarian seorang pengkhianat Rusia yang membocorkan informasi ke orang Amerika. Entah bagaimana, segala sesuatu dari awal film yang masih berkisah kehidupan pribadi masing-masing pemain lantas berubah dalam satu jalur kehidupan yaitu kehidupan agen mata-mata. Dominika Egorova dari seorang Balerina ceria yang penyayang dan penuh perhatian pada keluarga, kemudian dengan satu insiden lantas mengubah hidupnya menjadi seeorang yang dingin, tak terbaca, dan penuh taktik.  Jujur, penonton dibuat terkecoh dengan film ini. Termasuk saya tentunya. Semuanya bermula dari adegan transaksi informasi rahasia. Disinilah kita bisa melihat poros kehidupan yang berotasi secara cepat bagi Dominika sebagai pemeran utama. Di Red Sparrow kita melihat politisasi para agen yang terlatih demi mempertahankan hidup. Mereka tahu bahwa kesalahan langkah atau kelalaian dapat berujung kematian. Bertahan hidup dengan memangsa agen lain adalah bagian kebrutalan dan kebengisan para agen di film ini. Adegan yang melibatkan penyiksaan fisik keji pun turut dipertunjukan di Red Sparrow, seperti pembunuhan Marta, adegan tusuk menusuk, mengkuliti tubuh lawan, atau penyiksaan disertai pengisolasian saat Dominika diinterogasi keterlibataannya dalam kasus Boucher. 

Saya suka dengan karakter Dominika Egorova. Ia diciptakan sebagai agen mata-mata yang cerdik, konsisten, dan cepat beradaptasi dengan situasi baru. Ia tidak mudah ditaklukkan. Ketika ia mulai merencanakan sesuatu, ia akan berkomitmen untuk menjalankannya. Kelemahannya hanya satu yaitu ia memiliki hati yang terlalu peka. Meskipun begitu, hal itu juga menjadi kelebihan baginya karena mempengaruhi otaknya berpikir keras untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya secara rapi dengan strategi yang tidak mudah dibaca lawan maupun orang (teman) sekitarnya. 

Berbicara Red Sparrow kita tidak bisa melupakan saksi kunci yang juga berperan penting di film ini yaitu Nate Nash. Nash adalah agen yang absolutely cerdik dan detail. Sayangnya ia kerap kali lalai karena kelemahannya yang suka dengan perempuan. Ia terbuai dengan Dominika. Tapi pada akhirya dialah orang yang membantu Dominikas serta menjadi motivasi bagi Dominika untuk bisa secepatnya menyelesaikan misi pribadi Dominika. 

Nah  tergambar jelas bahwa kedua pemeran utama adalah dua karakter yang lemah secara manusiawi. Dominika lemah secara perasaan seyogyanya seorang perempuan, sedangkan Nash lemah dalam mempertahankan birahi seksualnya. Nash sendiri begitu peka dengan keadaan. Ia pun terlibat hubungan emosional dengan Dominika. Walaupun ada yang mengkritik kurangnya chemistry diantara keduanya, saya tidak berpendapat demikian. Dari awal film tidak ada cerita mengenai hubungan asmara Dominika. Malah yang ada bagian Dominika pernah diperkosa serta mengalami pelecehan seksual. Saya pikir bukanlah hal yang aneh ketika Dominika terlihat tidak terlalu mesra dengan Nash. Ia seperti terbentuk sebagai perempuan yang dingin terhadap lelaki pasca diperkosa.

Karakter lainnya yang saya sukai adalah Vanya Egorov, pamannya Dominika. Ia adalah paman yang bengis, ambisi, dan pengatur. Ia sepertinya pemegang teguh teori konsipirasi dalam melaksanakan setiap rencanya. Vanya adalah tipikal aktor intelejen yang bermain aman di belakang layar melalui para pion yang ia tugaskan, termasuk keponakannya. Tetapi pada akhirnya dia dikalahkan oleh orang terdekatnya. Bahkan kalah telak. 

Pertanyaannya? Siapakah pihak yang menembak Vanya Erogov saat berada di runway? Menurut saya adalah penembak jitu dari pihak Rusia. Saya ingat perkataan Nash bahwa "Orang Amerika tidak mengorbankan nyawa". Jika ada yang sudah baca versi novelnya dan tahu jawaban pastinya, mohon dikoreksi.


Saya akhirnya memahami alur cerita film Red Sparrow seperti ini:

Apabila kita mencermati setiap percakapan antara Dominika dan Ibunya, maka kita akan mengerti bahwa ada suatu perasaan (yang aneh) dari sang paman kepada Dominika. Ada orientasi berbeda dari sang paman ke Dominika. Dia melihat kemampuan Dominika yang hampir sama dengan dirinya. Tidak heran jika akhirnya sang paman mengajak Dominika bergabung untuk menjadi Sparrow. 

Di sisi kehidupan Dominika, kita menangkap bahwa dia adalah gadis yang tenang. Dia mempelajari sesuatu dengan cepat. Bayangkan saja dia belum menyelesaikan programnya di Whore School, tetapi dia mampu menghubungkan maksud di tulisan petunjuk milik Marta. Saat dia mempermalukan temannya di Whore School untuk menantang si pria tersebut menidurinya, dia justru dikeluarkan untuk melakukan misi lain. Di situ kita bisa memahami bahwa pikiran Dominika adalah pikiran agen sejati. Dia mulai berpikir bukan untuk dirinya sendiri, tetapi dia mulai berpikir bagaimana mencapai kemenangan. Tetapi, perempuan tetaplah perempuan. 
Nash dalam posisi sebagai lelaki saja tetap tergoda oleh perempuan cantik, maka sama halnya pula dengan Dominika yang tetap terbawa perasaan saat dia berada dalam keterpurukan ataupun saat dia menyukai seorang pria.  
Saya takjub di akhir film ketika terkuak semua hal bahwa ternyata setiap bola dimainkan dengan apik oleh Dominika secara rapi. 

Saya belum pernah membaca novelnya. Tapi saya pastikan 90% orang yang belum membaca novel ini akan susah menebak akhir film Red Sparrow. 

Kelemahan mayor film Red Sparrow adalah tidak menggunakan bahasa Rusia dalam percakapan sehari-hari. Saya pernah membaca salah satu kritikan di IMDB mengenai hal ini. Tapi bagi saya ini bukanlah kesalahan fatal mengingat bahwa bahasa Inggris adalah bahasa universal. 

Red Sparrow juga banyak memperlihatkan adegan vulgar (disensor di bioskop Indonesia) yang membuat film ini diberikan diberikan rate R. Berdasarkan informasi dari IMBD, MPPA memberikan Rate R karena film ini berisi konten seksual, adegan kekerasan, penyiksaan, bahasa yang tidak layak, dan gambar-gambar telanjang. Seperti yang pernah saya sampaikan di film Baby Driver bahwa Rate R (Restricted) adalah batasan terhadap usia penonton karena adanya pengaruh buruk dari film iniyag didasarkan pada penggunaan bahasa dan juga gambar. 

Saya berikan apresiasi kepada Jennifer Lawrence dalam perannya sebagai Dominika. Lawrence menunjukkan kepiawaiannya berakting dengan sangat baik sebagai agen mata-mata Rusia. Lawrence sangat cantik di film ini. Ia bagaikan Bunglon yang dapat menjelma menjadi wanita anggun dan seksi, tetapi juga dapat menjadi wanita pembunuh berdarah dingin. Sepertinya Francis Lawrene belum bisa melepaskan Lawrence sepenuhnya setelah film The Hunger Games.  Wajarlah, karir Franchis Lawrence sebelum dikenal dalam film sekuel The Hunger Games lebih dominan ke video klip. Ia punya salah satu film teranyar besutannya sebagai sutradara utama  di tahun 2007 yaitu I Am Legend. 



Berikut ini 3 (tiga) hal yang saya pelajari dari film ini: 

Jangan pernah memaksakan orang baik melakukan sesuatu di luar hati nuraninya.
Orang baik jika 'dipaksa' melakukan hal di luar kehendak hati nuraninya maka akan bertindak seperti Dominika di film Red Sparrow, pengecualiaan untuk pembunuhan Matorin. Kalau kata si Dominika di akhir film, "Nash, mungkin suatu saat kamu akan memahaminya". Lagipula di film ini juga jelas menegaskan bahwa orang baik pasti akan bertemu orang baik seperti halnya Dominika bertemua Nash. 


Fokus, konsisten dan tetap tenang dalam menjalankan rencana. 
Keberhasilan Dominika dalam mencapai target rencananya adalah komitmennya dalam mengeksekusi setiap strategi yang direncanakan. Walaupun sudah disiksa sedemikian rupa, ia tidak gentar dan tetap fokus. Ia meyakini bahwa satu kelalaiannya akan mempengaruhi langkah selanjutnya. Dominika mampu memanipulasi keadaan untuk membuat rencananya still on the track. Poin keberhasilanya adalah hal positif yang dapat kita pelajari sebagai penonton film ini. 


Umumnya, musuh atau lawan adalah orang dalam lingkaran kehidupan kita. 
Ini adalah persepsi klise yang sudah tidak bisa dipungkiri terjadi secara nyata dalam kehidupan beberaa orang, baik itu di sekolah, kampus, kantor, maupun lingkungan pergaulan. Solusi yang dianjurkan hanya satu yaitu pintarlah dalam memilih teman secara bijak. 


Pada akhirnya saya akan menjawab bahwa saya menyukai film ini. Walaupun ini film berat, tetapi saya suka alur cerita yang membuat penonton terkecoh dengan tujuan film dan akhirnya tidak menyadari hal-hal kecil yang ternyata berperan penting. 

Mungkinkah Red Sparrow akan masuk sebagai nominasi Academy Award (Oscar) atau Golden Globe berikutnya? Mungkin saja. 


Rating: 4,1/5


fullstop


Baca Juga

2 comments:

  1. Mengapa paman nya yang menjadi tersangka ?
    Saya masih belum mengerti?

    ReplyDelete
  2. itu scene terakhir ditelpon siapa?

    ReplyDelete

...